Memuat SmartCompost...
🏫 SMK Negeri 1 Bangil (SMK NESABA)
♻ LCKGEN-Z 2026 — UNIWARA

SmartCompost
Komposter Digital IoT

Sistem Monitoring Berbasis WhatsApp untuk Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga

IoT Monitoring • Notifikasi WhatsApp • Zero Waste 3R • Pasuruan

60%
Sampah Organik dari Total Rumah Tangga
78,9
Ton Sampah/Hari di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya
21×
Lebih Kuat dari CO₂ (Metana)

Masalah & Solusi

Kenapa SmartCompost?

⚠️ Masalah

  • Sampah organik membusuk di TPA menghasilkan gas metana (CH₄) — 21× lebih kuat dari CO₂
  • Area Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya menghasilkan ~78,9 ton sampah/hari, mayoritas organik
  • Komposter konvensional "bisu" — pengguna tidak tahu kondisi kompos, rawan gagal
  • Masyarakat trauma: pernah coba, gagal, kapok

✅ Solusi SmartCompost

  • Komposter yang "ngomong" — notifikasi WhatsApp saat kondisi tidak ideal
  • Sensor suhu & kelembaban real-time dengan ESP8266
  • Default pasif — notifikasi hanya saat ada masalah (hindari alarm fatigue)
  • Dibuat dari bahan daur ulang (ember & paralon bekas) — prinsip 3R penuh

Ringkasan Eksekutif

5W + 1H — Mengenal bisnis kami dalam enam pertanyaan kunci

Apa (What)

Komposter digital IoT dengan monitoring suhu & kelembaban dan notifikasi WhatsApp untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dan pupuk cair.

💚

Mengapa (Why)

Sampah organik mendominasi limbah rumah tangga namun pengolahannya rendah. SmartCompost mengatasi hambatan dengan teknologi yang mudah dan murah.

👥

Siapa (Who)

Kolaborasi Tim siswa SMK Negeri 1 Bangil jurusan TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi) dan jurusan Teknik Elektro. Konsumen: rumah tangga perkotaan, sekolah, dan komunitas peduli lingkungan.

📍

Di Mana (Where)

Produksi di Laboratorium TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi) SMK Negeri 1 Bangil. Pemasaran via Shopee, TikTok Shop, dan pameran lingkungan di Kota/Kab. Pasuruan.

📅

Kapan (When)

Produksi dimulai Agustus 2026. Target penjualan 50 unit pada triwulan pertama. BEP komprehensif tercapai bulan ke-4.

🔧

Bagaimana (How)

Direct selling + marketplace. Produksi make-to-order dengan stok penyangga 10 unit. Distribusi via ekspedisi lokal dan jemput bola.

Lini Produk

Empat produk dalam satu ekosistem pengelolaan sampah organik

🏡

SmartCompost Home

Rp 175.000

Komposter 20L untuk rumah tangga. Dilengkapi sensor DHT22, modul ESP8266 WiFi, dan notifikasi WhatsApp.

🏫

SmartCompost School

Rp 350.000

Komposter 50L untuk sekolah & komunitas. WiFi + modul GSM SIM800L + panel surya mini 5W untuk daerah tanpa internet.

🌱

Kompos Premium

Rp 25.000

Kompos matang 21-30 hari, 100% organik, diperkaya EM4. Kemasan karung 10 kg. Dilengkapi QR Code sertifikat kualitas.

💧

POC (Pupuk Cair Organik)

Rp 15.000

Hasil sampingan proses komposting. Botol 1 liter dengan tutup spray. Informasi kandungan NPK.

Arsitektur IoT

Bagaimana Sistem Bekerja — Empat lapisan teknologi yang membuat SmartCompost "pintar"

1

🌡️ Lapisan Sensor

Sensor DHT22 mendeteksi suhu & kelembaban di dalam komposter setiap 6 jam. Mikrokontroler ESP8266 memproses data dan mengirimkannya via WiFi.

2

⚙️ Lapisan Pemrosesan Data

ESP8266 membandingkan data dengan ambang batas optimal: suhu 30-50°C dan kelembaban 40-60%. Jika di luar ambang batas, sistem memicu notifikasi. Data tetap tersimpan di memori lokal saat WiFi terputus (store-and-forward).

3

📡 Lapisan Komunikasi

Mode utama via WiFi (rumah tangga). Mode cadangan via GSM SIM800L (varian School). Data dikirim via protokol HTTP/HTTPS ke layanan notifikasi WhatsApp.

4

📱 Lapisan Antarmuka Pengguna

Notifikasi WhatsApp berisi status suhu, kelembaban, dan rekomendasi tindakan. Panduan digital lengkap tersedia via QR Code pada kemasan.

Contoh Notifikasi

Tampilan WhatsApp yang diterima pengguna saat kompos membutuhkan perhatian

SmartCompost Notification
EcoByte Solutions
now
📊 Laporan Kondisi Kompos
🌡️ Suhu: 52°C 🔴
💧 Kelembaban: 45% ✅
⚠️ Suhu terlalu tinggi! ▶️ Aduk kompos dan kurangi bahan hijau (sayur/buah)

Keunggulan

Kenapa SmartCompost Berbeda — Bukan sekadar komposter, ini sistem pengelolaan sampah cerdas

♻️

Prinsip 3R Terintegrasi

Komposter dibuat dari ember dan paralon bekas (Reuse), mengurangi sampah plastik (Reduce), dan menghasilkan kompos dari sampah organik (Recycle).

📲

Teknologi Tepat Guna

Komponen mudah didapat (ESP8266, DHT22) dan platform yang akrab bagi Gen Z: WhatsApp. Tidak perlu belajar aplikasi baru.

💰

Biaya Operasional Rendah

Tidak ada biaya langganan bulanan. Notifikasi dikirim via layanan berbasis web gratis. Produksi di fasilitas sekolah tanpa biaya sewa.

🌍

Dampak Lingkungan Terukur

Setiap unit mengolah 3-5 kg sampah/minggu dan mencegah 15-30 kg emisi metana per tahun. Setara pengurangan gas rumah kaca 21× CO₂.

📚

Nilai Edukasi Tinggi

Cocok untuk praktik siswa SMK (TJKT/RPL/Agribisnis) dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah.

🔄

Sistem Multi-Kanal

Tiga jalur notifikasi cadangan: GSM SIM800L, WhatsApp Web.js open-source, dan Telegram Bot. WhatsApp adalah antarmuka, bukan pondasi.

Analisis Keuangan

Proyeksi keuangan 6 bulan pertama operasional

Rp 3,5 jt
Modal Awal (patungan 3 siswa + hibah sekolah)
Rp 150 rb
Biaya Produksi / Unit (SmartCompost Home)
Rp 350 rb
Biaya Tetap / Bulan (internet, listrik, iklan, transport)
Rp 425 rb
Laba Bersih Bulan ke-3 (12 unit + produk turunan)

Proyeksi Penjualan 6 Bulan Pertama

BulanUnit TerjualPendapatanBiaya ProduksiLaba KotorBiaya OperasionalLaba/Rugi Bersih
15Rp 875.000Rp 750.000Rp 125.000Rp 350.000-Rp 225.000
28Rp 1.400.000Rp 1.200.000Rp 200.000Rp 350.000-Rp 150.000
312 + turunanRp 2.575.000Rp 1.800.000Rp 775.000Rp 350.000+Rp 425.000
415Rp 2.625.000Rp 2.250.000Rp 375.000Rp 350.000+Rp 25.000
518Rp 3.150.000Rp 2.700.000Rp 450.000Rp 350.000+Rp 100.000
622Rp 3.850.000Rp 3.300.000Rp 550.000Rp 350.000+Rp 200.000

* Mulai bulan ke-3, pendapatan termasuk penjualan Kompos Premium (10 karung @ Rp 25.000) dan POC (15 botol @ Rp 15.000).

Analisis Break Even Point (BEP)

6
unit/bulan
💡 BEP Operasional Inti — Cukup menutup biaya internet & listrik (Rp 150.000). Tercapai di bulan ke-2.
14
unit/bulan
📊 BEP Komprehensif — Menutup seluruh biaya operasional (Rp 350.000). Tercapai di bulan ke-4.

Analisis SWOT

Kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman — dipetakan secara jujur

💪 Kekuatan (Strength)

  • Komposter digital pertama di Pasuruan dengan notifikasi WhatsApp
  • Modal kecil — bahan baku dari barang daur ulang
  • Dukungan penuh sekolah: lab, bimbingan guru, jaringan alumni IT
  • Diversifikasi produk: komposter + kompos + POC
  • Prinsip 3R terintegrasi penuh (nilai tambah kriteria lomba)

⚡ Kelemahan (Weakness)

  • Kapasitas produksi terbatas (10 unit/bulan awal)
  • Komponen IoT bergantung pemasok eksternal
  • Merek baru, belum dikenal pasar
  • Pengguna perlu koneksi WiFi (varian Home)
  • Tim masih siswa — produksi hanya sore & akhir pekan

🌿 Peluang (Opportunity)

  • Regulasi Walikota Pasuruan tentang pengurangan sampah dari sumbernya
  • Tren sustainable living di kalangan Gen Z
  • Pasar sekolah — kebutuhan media praktik Proyek P5
  • Sektor pertanian organik di lereng Bromo
  • Potensi kemitraan CSR perusahaan daerah

⚠️ Ancaman (Threat)

  • Komposter konvensional lebih murah
  • Riset akademik dari universitas (misal: IPB) dengan teknologi ML
  • Kenaikan harga komponen elektronik
  • Persepsi masyarakat bahwa mengolah sampah itu sulit
  • Gangguan jaringan internet di rumah pengguna

Kemitraan

Kolaborasi dengan berbagai pihak untuk rantai pasok yang berkelanjutan

🏦

Bank Sampah Pasuruan

Pemasok ember bekas, kardus bekas, dan botol PET bekas untuk kemasan.

🌾

Penggilingan Padi di area Bangil Pasuruan dan sekitarnya

Pemasok sekam padi gratis/sewa murah sebagai bahan campuran kompos.

🛠️

Toko Elektronik Sunarko Bangil

Pemasok sensor DHT22 dan modul ESP8266 dengan harga reseller.

👩‍🌾

Kelompok Wanita Tani

Pembeli kompos premium dan POC untuk pertanian organik.

🏛️

Dinas Lingkungan Hidup

Kemitraan program pengurangan sampah organik rumah tangga di Kota Pasuruan.

🏫

SMK se-Pasuruan

Pemasaran paket SmartCompost School untuk praktik siswa dan media pembelajaran.

Proses Produksi

Dari sampah organik menjadi kompos berkualitas dalam 21-30 hari

1

📥 Masukkan Sampah

Sisa sayur, buah, kulit telur ke dalam komposter. Tambahkan sekam + bioaktivator (3:1:0,5).

2

💧 Drip System

Irigasi tetes menjaga kelembaban optimal 40-60%. Cairan lindi (POC) dikumpulkan dari kran.

3

📱 Monitoring IoT

Sensor cek suhu & kelembaban tiap 6 jam. Notifikasi WhatsApp jika di luar ambang batas.

4

✅ Panen Kompos

21-30 hari kemudian, kompos matang siap digunakan. POC bisa dipanen setiap 3 hari.

Keberlanjutan

Rencana Suksesi Pasca Lomba — SmartCompost dirancang sebagai bisnis milik sekolah

2026

🤝 Tim Pendiri

Habibi (XII), Naura (XI), Intan (XI)

2027

🔄 Transisi

Naura & Intan (XII) + 2 adik kelas (XI)

2028-2029

🏛️ Koperasi Sekolah

Badan hukum formal, kepemilikan kolektif siswa-guru-alumni

📌 SmartCompost terintegrasi ke kurikulum P5 dan praktikum TJKT — setiap tahun ada 30+ siswa baru yang belajar merakit dan menjual komposter.

Rincian Biaya Produksi

SmartCompost Home — transparansi penuh struktur biaya per unit

No.KomponenJumlahHarga SatuanTotal
1Ember bekas 20L1 buahRp 15.000Rp 15.000
2Paralon bekas + kran1 setRp 10.000Rp 10.000
3Sensor DHT221 buahRp 35.000Rp 35.000
4Modul ESP82661 buahRp 50.000Rp 50.000
5Kabel dan konektor1 setRp 15.000Rp 15.000
6Bioaktivator (starter)1 paketRp 10.000Rp 10.000
7Sekam padi1 kgRp 3.000Rp 3.000
8Kardus kemasan (daur ulang)1 buahRp 5.000Rp 5.000
9Stiker, label, panduan1 setRp 7.000Rp 7.000
Rp 150.000
Total Biaya Produksi
Rp 175.000
Harga Jual
Rp 25.000
Laba Kotor per Unit

Tentang Kami

Tim pelaksana dan lokasi operasional

👥
Struktur Organisasi
[Pembina] Ir. Lamijo Setyo Pramono, M.M.

[Direktur Utama] Habibi (Ketua Tim)
├─ Produksi: Naura
├─ Pemasaran: Intan
└─ Keuangan: Naura / Intan
📍
Lab TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi) SMK Negeri 1 Bangil, Kota Pasuruan, Jawa Timur
🔧
Fasilitas: Lab TJKT, listrik, WiFi sekolah
📦
Bahan baku: Radius 1-3 km dari pengepul & bank sampah
🏪
Pasar: Di tengah permukiman padat penduduk

Visi & Misi

Mimpi Kami

🔭 Visi

Menjadi solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga berbasis teknologi terdepan di Jawa Timur pada tahun 2030.

🎯 Misi

  • Mengembangkan komposter digital yang terjangkau dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
  • Mengurangi timbulan sampah organik rumah tangga melalui pendekatan teknologi dan edukasi.
  • Memberdayakan generasi muda dalam ekonomi hijau.
  • Berkolaborasi dengan pemerintah, sekolah, dan komunitas menuju kota berkelanjutan.