Sistem Monitoring Berbasis WhatsApp untuk Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga
IoT Monitoring • Notifikasi WhatsApp • Zero Waste 3R • Pasuruan
Kenapa SmartCompost?
5W + 1H — Mengenal bisnis kami dalam enam pertanyaan kunci
Komposter digital IoT dengan monitoring suhu & kelembaban dan notifikasi WhatsApp untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dan pupuk cair.
Sampah organik mendominasi limbah rumah tangga namun pengolahannya rendah. SmartCompost mengatasi hambatan dengan teknologi yang mudah dan murah.
Kolaborasi Tim siswa SMK Negeri 1 Bangil jurusan TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi) dan jurusan Teknik Elektro. Konsumen: rumah tangga perkotaan, sekolah, dan komunitas peduli lingkungan.
Produksi di Laboratorium TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi) SMK Negeri 1 Bangil. Pemasaran via Shopee, TikTok Shop, dan pameran lingkungan di Kota/Kab. Pasuruan.
Produksi dimulai Agustus 2026. Target penjualan 50 unit pada triwulan pertama. BEP komprehensif tercapai bulan ke-4.
Direct selling + marketplace. Produksi make-to-order dengan stok penyangga 10 unit. Distribusi via ekspedisi lokal dan jemput bola.
Empat produk dalam satu ekosistem pengelolaan sampah organik
Komposter 20L untuk rumah tangga. Dilengkapi sensor DHT22, modul ESP8266 WiFi, dan notifikasi WhatsApp.
Komposter 50L untuk sekolah & komunitas. WiFi + modul GSM SIM800L + panel surya mini 5W untuk daerah tanpa internet.
Kompos matang 21-30 hari, 100% organik, diperkaya EM4. Kemasan karung 10 kg. Dilengkapi QR Code sertifikat kualitas.
Hasil sampingan proses komposting. Botol 1 liter dengan tutup spray. Informasi kandungan NPK.
Bagaimana Sistem Bekerja — Empat lapisan teknologi yang membuat SmartCompost "pintar"
Sensor DHT22 mendeteksi suhu & kelembaban di dalam komposter setiap 6 jam. Mikrokontroler ESP8266 memproses data dan mengirimkannya via WiFi.
ESP8266 membandingkan data dengan ambang batas optimal: suhu 30-50°C dan kelembaban 40-60%. Jika di luar ambang batas, sistem memicu notifikasi. Data tetap tersimpan di memori lokal saat WiFi terputus (store-and-forward).
Mode utama via WiFi (rumah tangga). Mode cadangan via GSM SIM800L (varian School). Data dikirim via protokol HTTP/HTTPS ke layanan notifikasi WhatsApp.
Notifikasi WhatsApp berisi status suhu, kelembaban, dan rekomendasi tindakan. Panduan digital lengkap tersedia via QR Code pada kemasan.
Tampilan WhatsApp yang diterima pengguna saat kompos membutuhkan perhatian
Kenapa SmartCompost Berbeda — Bukan sekadar komposter, ini sistem pengelolaan sampah cerdas
Komposter dibuat dari ember dan paralon bekas (Reuse), mengurangi sampah plastik (Reduce), dan menghasilkan kompos dari sampah organik (Recycle).
Komponen mudah didapat (ESP8266, DHT22) dan platform yang akrab bagi Gen Z: WhatsApp. Tidak perlu belajar aplikasi baru.
Tidak ada biaya langganan bulanan. Notifikasi dikirim via layanan berbasis web gratis. Produksi di fasilitas sekolah tanpa biaya sewa.
Setiap unit mengolah 3-5 kg sampah/minggu dan mencegah 15-30 kg emisi metana per tahun. Setara pengurangan gas rumah kaca 21× CO₂.
Cocok untuk praktik siswa SMK (TJKT/RPL/Agribisnis) dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah.
Tiga jalur notifikasi cadangan: GSM SIM800L, WhatsApp Web.js open-source, dan Telegram Bot. WhatsApp adalah antarmuka, bukan pondasi.
Proyeksi keuangan 6 bulan pertama operasional
| Bulan | Unit Terjual | Pendapatan | Biaya Produksi | Laba Kotor | Biaya Operasional | Laba/Rugi Bersih |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 5 | Rp 875.000 | Rp 750.000 | Rp 125.000 | Rp 350.000 | -Rp 225.000 |
| 2 | 8 | Rp 1.400.000 | Rp 1.200.000 | Rp 200.000 | Rp 350.000 | -Rp 150.000 |
| 3 | 12 + turunan | Rp 2.575.000 | Rp 1.800.000 | Rp 775.000 | Rp 350.000 | +Rp 425.000 |
| 4 | 15 | Rp 2.625.000 | Rp 2.250.000 | Rp 375.000 | Rp 350.000 | +Rp 25.000 |
| 5 | 18 | Rp 3.150.000 | Rp 2.700.000 | Rp 450.000 | Rp 350.000 | +Rp 100.000 |
| 6 | 22 | Rp 3.850.000 | Rp 3.300.000 | Rp 550.000 | Rp 350.000 | +Rp 200.000 |
* Mulai bulan ke-3, pendapatan termasuk penjualan Kompos Premium (10 karung @ Rp 25.000) dan POC (15 botol @ Rp 15.000).
Kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman — dipetakan secara jujur
Kolaborasi dengan berbagai pihak untuk rantai pasok yang berkelanjutan
Pemasok ember bekas, kardus bekas, dan botol PET bekas untuk kemasan.
Pemasok sekam padi gratis/sewa murah sebagai bahan campuran kompos.
Pemasok sensor DHT22 dan modul ESP8266 dengan harga reseller.
Pembeli kompos premium dan POC untuk pertanian organik.
Kemitraan program pengurangan sampah organik rumah tangga di Kota Pasuruan.
Pemasaran paket SmartCompost School untuk praktik siswa dan media pembelajaran.
Dari sampah organik menjadi kompos berkualitas dalam 21-30 hari
Sisa sayur, buah, kulit telur ke dalam komposter. Tambahkan sekam + bioaktivator (3:1:0,5).
Irigasi tetes menjaga kelembaban optimal 40-60%. Cairan lindi (POC) dikumpulkan dari kran.
Sensor cek suhu & kelembaban tiap 6 jam. Notifikasi WhatsApp jika di luar ambang batas.
21-30 hari kemudian, kompos matang siap digunakan. POC bisa dipanen setiap 3 hari.
Rencana Suksesi Pasca Lomba — SmartCompost dirancang sebagai bisnis milik sekolah
Habibi (XII), Naura (XI), Intan (XI)
Naura & Intan (XII) + 2 adik kelas (XI)
Badan hukum formal, kepemilikan kolektif siswa-guru-alumni
📌 SmartCompost terintegrasi ke kurikulum P5 dan praktikum TJKT — setiap tahun ada 30+ siswa baru yang belajar merakit dan menjual komposter.
SmartCompost Home — transparansi penuh struktur biaya per unit
| No. | Komponen | Jumlah | Harga Satuan | Total |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Ember bekas 20L | 1 buah | Rp 15.000 | Rp 15.000 |
| 2 | Paralon bekas + kran | 1 set | Rp 10.000 | Rp 10.000 |
| 3 | Sensor DHT22 | 1 buah | Rp 35.000 | Rp 35.000 |
| 4 | Modul ESP8266 | 1 buah | Rp 50.000 | Rp 50.000 |
| 5 | Kabel dan konektor | 1 set | Rp 15.000 | Rp 15.000 |
| 6 | Bioaktivator (starter) | 1 paket | Rp 10.000 | Rp 10.000 |
| 7 | Sekam padi | 1 kg | Rp 3.000 | Rp 3.000 |
| 8 | Kardus kemasan (daur ulang) | 1 buah | Rp 5.000 | Rp 5.000 |
| 9 | Stiker, label, panduan | 1 set | Rp 7.000 | Rp 7.000 |
Tim pelaksana dan lokasi operasional
Mimpi Kami
Menjadi solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga berbasis teknologi terdepan di Jawa Timur pada tahun 2030.